Laman

Senin, 29 November 2010

GUNUNG KRAKATAU

=== Gunung Krakatau Purba ===
Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan [[Andesit|andesitik]].

Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks [[Bahasa Kawi|Jawa Kuno]] yang berjudul ''[[Pustaka Raja Parwa]]'' yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
{{cquote|Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, [[pulau Jawa]] terpisah menjadi dua, menciptakan [[pulau Sumatera]]}}

Pakar geologi [[Berend George Escher]] dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku ''[[Pustaka Raja Parwa]]'' tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai [[Pulau Rakata]], [[Pulau Panjang]] dan [[Pulau Sertung]], dalam catatan lain disebut sebagai Pulau
Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung-
jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena
temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan [[Persia purba]],
transmutasi [[Kerajaan Romawi]] ke Kerajaan [[Byzantium]], berakhirnya peradaban [[Arabia Selatan]], punahnya kota besar [[Maya]], [[Tikal]] dan jatuhnya peradaban [[Nazca]] di
[[Amerika Selatan]] yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar