CERITA SAHABETKU
Reina adalah teman baru waktu di kelas 6 SD. Walaupun dia teman barunku tetapi dia adalah teman sejati bagiku. Kami selalu bermain bersama, les bersama, dan menghabiskan waktu secara menyenangkan. Namun, waktu SMP aku dan Reina tidak satu sekolahan.
Waktu aku berjalan-jalan dengan Reina. Reina bertemu dengan temannya dan dia menyapa, “Eki !” serunya tertahan. Reina yang berjalan disebelahku tampak berkerut kening.
“Kamu kenapa, Na?”
“Itu…itu teman sekelasku, Shil”
“Kamu berkelahi dengan dia, ya?”
Pada saat itu pun Reina menggeleng dengan kuat-kuat.
“Shila, kita ke warung dulu, yuk!”
“Oke.. aku juga haus, nih.”
Akhirnya aku dan Reina Berjalan ke warung itu. Dan ketika tiba disana ternyata Eky (teman Reina) yang tadi bertanya “Mau beli apa? .
Lho, kamu bukannya? Reina bertanya dengan kalimat menggantun.
Tiba-tiba seorang ibu dating dan berkata “Ada temanmu,ya?”
Dengan ragu-ragu, Eki pun menjawab “Iya, bu.”
Tanpa sengaja pun Reina tau kalu Eki suka membual. Dan tanpa sadar bibir Reina maju beberapa senti.
“Ternyata kamu tukang bohong, huh dasar pembual.”gumam reina.
“Siapa yang pembual” tanyaku .
“Shil, kamu tau kan temanku yang tadi? Dia teman sebangkuku. Dia selalu cerita yang hebat-hebat. Katanya ayahnya pengusaha, mobilnya banyak, rumahnya mirip Taj’Mahal, halamanya luas sampai-sampai bisa buat out bond segala. Nyatanya ?!”
“Hus, kamu tidak boleh memandang rendah pekerjaan orang lain.” Aku melirik Reina yang ada di sebelahku.”
“Bukan begitu, Shil. Aku cuma kesal selama ini cerita-ceritanya hanya bualan saja. Padaha aku sudah menganggapnya teman baikku. Aku tetap mau berteman dengannya kok, apapun pekerjaan orang tuanya !” kata Reina.
“Aku yakin sebenarnya Eki anak yang baik, buktinya dia tadi mau membantu ibunya menjaga warung. Tapi mungkin dia merasa rendah diri lalu mencoba menutupinya dengan cerita-cerita hebat.”kataku pada Reina
“Entahlah, yang pasti aku tak mudah percaya lagi pada omongannya.”jawab Reina sambil mengangkat bahunya.
Cinta Cinta Cinta Blog ini aku buat untuk agar kalian semua bisa melihat-lihat karya-karya dari aku mulai dari puisi, artis faforitku, artikel-artikel, dan masih banyak lagi. Jadi, kalau ada yang kurang bagus tolong kasih saran ya, biar aku bisa buat karya lebih baik lagi.
Minggu, 22 Agustus 2010
ANGIN
Angin...
Angin ,,
Hembusanmu begitu cepat
Aku tak bisa mendekapmu
Aku tak sanggup tuk menjagamu
Hingga kini ku membisu
Angin...
Bisakah aku mengejar langkahmu??
Lidahku beku hanya wajahku berkata
Letih sayapku menyusuri cintaku
Tuk bersinggah di istanamu
Angin...
Hati ini hanya menantikan cintamu
Sempat ku bertanya pada langit
Tapi apa daya
Semua itu sia-sia
Karena setitik tinta menjatuhi
Tak kan hilang jika dihati
AMARAH
Amarah...
Amarah datang tanpa alamat
Kelakuan ada bersamaanya
Rasa sayang yang luntur
Pikiran kusut membentur batu
Amarah
Selusin harapanku tlah kau buang
Di kala aku ingin terbang
Pecahnya jendela hati ini
Menggores luka yang dalam
Bunga-bunga hati pun layu
Bersamaan dengan bunyi yang mengaung ,
bunyi yang menggema
Lalu tumpahlah hujan gerimis
Amarah
Angan dan khayalan mendesah,
Mendesah di dalam gerimis
Dengan raga yang kuat
Dengan ratapan yang gelap
Amarah datang tanpa alamat
Kelakuan ada bersamaanya
Rasa sayang yang luntur
Pikiran kusut membentur batu
Amarah
Selusin harapanku tlah kau buang
Di kala aku ingin terbang
Pecahnya jendela hati ini
Menggores luka yang dalam
Bunga-bunga hati pun layu
Bersamaan dengan bunyi yang mengaung ,
bunyi yang menggema
Lalu tumpahlah hujan gerimis
Amarah
Angan dan khayalan mendesah,
Mendesah di dalam gerimis
Dengan raga yang kuat
Dengan ratapan yang gelap
Selasa, 17 Agustus 2010
ADAKAH
ADAKAH
Seakan malaikat turun
Turut bermurung denganku
Aku duduk dengan bungkuk
Sekiranya tak sanggup tegak
Sebentuk hati utuh
Tergores luka sedikit, demi sedikit
Sepotong asa dengan kobaran semangat
Sedikit demi sedikit terkikis dan sirna
Adakah dia bertahta atasku
Naluriku berkata ”mungkin”
Tapi ku punya banyak asa
Semangat cintaku
Cinta yang buta
Bagai beribu tangan dewa cinta
Menebarkan benih-benih cinta
Tuk menyergap hatimu
Tuk menyambut kakakku
Bertahta atasku
Seakan malaikat turun
Turut bermurung denganku
Aku duduk dengan bungkuk
Sekiranya tak sanggup tegak
Sebentuk hati utuh
Tergores luka sedikit, demi sedikit
Sepotong asa dengan kobaran semangat
Sedikit demi sedikit terkikis dan sirna
Adakah dia bertahta atasku
Naluriku berkata ”mungkin”
Tapi ku punya banyak asa
Semangat cintaku
Cinta yang buta
Bagai beribu tangan dewa cinta
Menebarkan benih-benih cinta
Tuk menyergap hatimu
Tuk menyambut kakakku
Bertahta atasku
Langganan:
Postingan (Atom)